Laser Engraving – Laser Marking

 

 

Laser Engraving/Laser Engraving

 

Laser Engraving merupakan proses menggores permukaan bahan sehingga membentuk rupa tertentu sesuai dengan desain yang Anda buat

 

Berbeda dengan Laser Cutting, teknik laser engraving atau laser marking dimaksudkan untuk menggores permukaan bahan/material tertentu sehingga membentuk rupa/hasil gravir sesuai dengan desain yang Anda buat. Laser Engraving sangat cocok diaplikasi di atas material kayu, mdf, multipleks, kulit, jeans dan bahan-bahan lainnya. Anda dapat menggravir logo perusahaan, nama, bahkan foto pada benda-benda yang terbuat dari bahan-bahan tersebut.

Hasil gravir pada umumnya menjadi lebih gelap jika dibandingkan dengan warna bahan sebelum digravir. Hal ini disebabkan oleh energi laser membakar permukaan bahan, sehingga warna cenderung akan lebih “gosong”. Misalnya warna kulit coklat, akan menjadi coklat tua, atau warna kayu coklat akan menjadi agak hitam. Setiap bahan unik, sehingga proses terbakar dan hasil pembakarannya juga berbeda-beda antara satu bahan dengan bahan lainnya.

Pada bahan jeans berwarna biru atau hitam, yang muncul adalah kebalikannya, apabila bahan jeans digravir, maka akan muncul warna biru/hitam yang lebih muda atau bahkan putih. Hal ini terjadi karena warna biru/hitam pada kain jeans didapat dengan cara dicelup. Sehingga gravir akan membuang warna celup, dan memperlihatkan warna aslinya yaitu warna kain sebelum dicelup: putih.

Proses Laser Engraving menggunakan energi laser dengan power rendah (atau tinggi, tergantung bahan), hanya untuk menggores permukaan bahan, sehingga laser tidak akan sampai menembus bahan tersebut. Laser akan bergerak sebaris demi sebaris, dari baris paling atas hingga baris paling bawah, sampai seluruh proses gravir selesai. Kedalaman yang dihasilkan oleh laser engraving pada umumnya tidak terlalu dalam, hanya sekitar 0,2-0,4 mm. Karena itu jika Anda menginginkan kedalaman lebih dari itu, proses gravir harus diulang sebanyak beberapa kali.

Hasil gravir dari file vector dan bitmap yang sama dapat tampil berbeda, apabila digravir pada bahan yang berbeda, atau dengan setting power laser yang berbeda. Hasil gravir pada bahan yang mudah terbakar cenderung akan lebih mudah gosong dibandingkan dengan bahan yang lebih sulit terbakar. Setting power lebih besar juga cenderung menghasilkan gravir yang lebih gelap, namun ada kalanya sebesar apapun power yang digunakan, gravir tidak bertambah gelap.

Karena penggunaan laser, beberapa material mungkin memperoleh residu pembakaran di tempat yang terkena laser. Meskipun residu ini merupakan sisa, namun bisa tampil menarik untuk proyek bernuansa industrial atau vintage. Jika Anda tidak ingin mempertahankan bekas/residu tersebut, Anda dapat mencoba beberapa cara untuk menghapusnya. Pada beberapa bahan seperti misalnya kayu, residu ini dapat dihilangkan dengan cara diampelas. Pada bahan lainnya misalnya dengan menggunakan lap basah.

Material yang dapat di-gravir mencakup Acrylic, Medium-Density Fibreboard (MDF), beberapa jenis Marmer, Kayu, Kulit, Kain, Multipleks, Kertas, dan masih banyak lagi.

Hubungi marketing kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Anda juga dapat melihat aplikasi laser cutting, atau penggabungan laser cutting dan laser engraving dalam satu karya

www.gustosign.com (C) 2013 - Under Construction -