Safety Sign

 

Safety Sign

Safety sign atau rambu keselamatan/rambu K3 merupakan kelompok sign yang berfungsi untuk mejaga keselamatan kerja

 

Safety sign juga biasa disebut rambu keselamatan/rambu K3, adalah kelompok sign yang tujuannya mencegah kecelakaan di tempat kerja. Umumnya safety sign berisi pesan-pesan mengenai bahaya serta informasi lain yang berhubungan dengan keamanan kerja. Safety sign sangat umum digunakan dalam keseharian, terutama di lingkungan kerja dengan resiko keselamatan yang tinggi. Contoh safety sign yang paling umum misalnya kata-kata berikut:

“Ruangan khusus bersepatu boots” ; “Dilarang Merokok” ; “Utamakan keselamatan, gunakan helm” ; “Jangan gunakan lift jika ada kebakaran” ; “Hati-hati listrik bertegangan tinggi” ; “Lantai licin” dan sebagainya.

Safety sign tidak bisa dibuat sembarangan. Paling tidak ada dua standar safety sign yang sampai saat ini banyak dipakai di seluruh dunia, yaitu standar OSHA (Occupational Safety and Health Standards) dan ANSI (American National Standards Institute). Di Indonesia sendiri tidak ada standar khusus yang mengatur safety sign, karena itu Indonesia turut mengadopsi dua standar di atas.

 

Perbedaan antara dua standar ini adalah:

1. OSHA merupakan organisasi yang dibentuk pemerintah, karena itu standar yang dibuat OSHA bersifat memaksa.

Sedangkan ANSI merupakan organisasi nirlaba yang terdiri dari perwakilan industri, ahli teknis dan pembuat kebijakan yang berkumpul dalam satu komite. Biasanya standar yang dibuat ANSI berasal dari musyawarah komite, sehingga sifatnya tidak memaksa namun sukarela.

2. Walaupun begitu, standar ANSI bisa jadi memaksa apabila ia dikutip oleh OSHA dalam aturannya.

3. Meskipun standar OSHA bersifat memaksa, OSHA tidak memberi arahan bagaimana mencapai tingkat keselamatan yang diharuskan. OSHA memberikan kebebasan bagi pemberi kerja untuk mencari cara terbaik mencapai tujuan standar tersebut.

Sedangkan ANSI yang berasal dari komite praktisi, memberikan panduan dan arahan yang diperlukan untuk mencapai standar keselamatan di tempat kerja.

Pada prakteknya, jika terjadi kecelakaan kerja maka OSHA tetap dapat menggunakan panduan ANSI sebagai alat bukti bahwa perusahaan tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah kecelakaan tersebut.

4. OSHA dirumuskan oleh perancang hukum yang berusaha menjaga keseimbangan antara keselamatan kerja dan biaya yang dikeluarkan. Sedangkan ANSI hanya fokus pada keselamatan kerja.

 

Pesan-pesan tersebut ditandai lewat warna sign yang berbeda-beda:

A. Danger/bahaya (warna merah)

Situasi bahaya yang memiliki kemungkinan tinggi terjadinya kematian atau luka serius

B. Warning/awas (warna kuning)

Situasi yang punya beberapa kemungkinan terjadinya kecelakaan serius atau kematian

C. Caution/waspada (warna orange)

Situasi berbahaya yang bisa menyebabkan luka ringan atau sedang

D. Notice/perhatian (warna biru)

Berisi pernyataan kebijakan perusahaan. Umumya pesan yang disampaikan berhubungan dengan keselamatan personil atau perlindungan terhadap properti perusahaan bersangkutan

E. Emergency/safety first/utamakan keselamatan (warna hijau)

Instruksi-instruksi umum yang berhubungan dengan praktek kerja yang aman.

 

Di Indonesia sendiri tidak ada standar safety sign yang baku. Tetapi umumnya pemasangan safety sign mengikuti standar ANSI.

Untuk mencapai standar ANSI setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat merancang dan membuat safety sign. Diantaranya jenis safety symbol, warna sign, peringatan, konsekuensi, cara menghindari bahaya tersebut, kombinasi huruf yang disarankan, bahan sign, ukuran, hingga posisi penempatan yang sesuai.

Material umum untuk safety sign yaitu acrylic, alumunium, stainless steel dan PVC. Semua material tersebut bisa diproses memakai teknik print-on-material jika memakai banyak warna, atau sticker yang lebih terang, hemat dan tahan lama.

Mengingat adanya standar baku untuk safety sign, sebaiknya Anda memilih perusahaan sign yang sudah berpengalaman membuat safety sign. Tujuannya supaya sign Anda sesuai standar dengan komposisi yang tepat, sekaligus menghindari banyak revisi.

Gusto sign telah berpengalaman dalam membuat bermacam-macam sign. Kami mengerti setiap perusahaan berbeda, karena itu pencegahan keselamatan yang diperlukan pun berbeda. Di Gusto Sign kami menyelaraskan kebutuhan Anda dengan standar yang diharuskan, supaya Anda tak perlu menghabiskan waktu perusahaan yang berharga. Hubungi kami untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan safety sign perusahaan Anda.

www.gustosign.com (C) 2013 - Under Construction -